A. ADMINISTRASI
DANA KAS KECIL
1. Pengertian
Dana Kas Kecil (Petty Cash Fund)
Pengeluaran kas
didalam prakteknya, tidak semua dapat dilakukan dengan menggunakan cek, karena
untuk pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil, sangat tidak efektif bila dilakukan dengan menggunakan cek. Untuk
itu perusahaan biasanya membentuk suatu dana khusus yang disebut dengan dana
kas kecil ( Petty Cash Fund ).
Soemarso ( 2004 ) mendefinisikan dana kas kecil sebagai berikut :
”sejumlah uang tunai tertentu yang disisihkan dalam perusahaan dan digunakan untuk melayani pengeluaran-pengeluaran tertentu. Biasanya pengeluaran-pengeluran yang dilakukan melalui dana kas kecil adalah pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya tidak besar, pengeluaran-pengeluaran lain dilakukan dengan bank ( dengan cek )”.
Dari kutipan di atas jelas bahwa dana ini hanya diperuntukan bagi pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan cek. Oleh sebab itu perusahaan perlu menetapkan mata anggaran apa saja yang bisa dibayarkan dengan menggunakan kas kecil, dan mata anggaran apa saja yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan dana tersebut, karena tidak semua pengeluaran yang jumlahnya kecil layak dibayarkan dengan menggunakan dana kas kecil. Tetapi ada perkiraan-perkiraan karena alasan tertentu tidak dibayarkan dengan kas kecil, walaupun jumlahnya relatif kecil.
Dalam sebuah perusahaan yang sudah besar, fungsi dana kas kecil sangatlah penting untuk menunjang kelancaran aktivitas dari perusahaan, karena setiap pengeluaran yang relatif kecil tidak efektif jika dilakukan dengan menggunakan cek disebabkan penarikan cek memebutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi dengan adanya dana kas kecil semua pengeluaran tersebut dapat dilakukan dengan segera. Biasanya pengeluaran yang termasuk dalam dana kas kecil itu sifatnya pengeluaran rutin.
Soemarso ( 2004 ) mendefinisikan dana kas kecil sebagai berikut :
”sejumlah uang tunai tertentu yang disisihkan dalam perusahaan dan digunakan untuk melayani pengeluaran-pengeluaran tertentu. Biasanya pengeluaran-pengeluran yang dilakukan melalui dana kas kecil adalah pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya tidak besar, pengeluaran-pengeluaran lain dilakukan dengan bank ( dengan cek )”.
Dari kutipan di atas jelas bahwa dana ini hanya diperuntukan bagi pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan cek. Oleh sebab itu perusahaan perlu menetapkan mata anggaran apa saja yang bisa dibayarkan dengan menggunakan kas kecil, dan mata anggaran apa saja yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan dana tersebut, karena tidak semua pengeluaran yang jumlahnya kecil layak dibayarkan dengan menggunakan dana kas kecil. Tetapi ada perkiraan-perkiraan karena alasan tertentu tidak dibayarkan dengan kas kecil, walaupun jumlahnya relatif kecil.
Dalam sebuah perusahaan yang sudah besar, fungsi dana kas kecil sangatlah penting untuk menunjang kelancaran aktivitas dari perusahaan, karena setiap pengeluaran yang relatif kecil tidak efektif jika dilakukan dengan menggunakan cek disebabkan penarikan cek memebutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi dengan adanya dana kas kecil semua pengeluaran tersebut dapat dilakukan dengan segera. Biasanya pengeluaran yang termasuk dalam dana kas kecil itu sifatnya pengeluaran rutin.
Adapun pengeluaran yang dilakukan
dengan dana kas kecil adalah biaya-biaya :
- Biaya makan minum
- Biaya perlengkapan
- Biaya keperluan kantor
- Serta biaya-biaya lainnya.
Karena fungsinya yang demikian penting, maka pada perusahaan yang berukuran menengah besar, dana kas kecil ini sudah merupakan kebutuhan yang mutlak harus ada. Dapat dibayangkan betapa tidak efesiennya apabila dana kas kecil ini tidak disediakan anggarannya oleh perusahan tersebut, karena pada saat akan melakukan pengeluaran uang harus menunggu pencairan cek terlebih dahulu. Tapi kalau perusahaan tersebut menyediakan anggaran bagi dana kas kecil, maka setiap melakukan pengeluaran yang kecil-kecil tidak harus menunggu pencairan cek terlebih dahulu tetapi bisa langsung pembayarannya mengunakan dana kas kecil tadi.
Jumlah dana kas kecil yang tersedia ditangan juga tidak boleh terlalu besar jumlahnya, karena akan menyebabkan sejumlah dana yang menganggur dan juga dapat menimbulkan resiko kehilangan. Dengan adanya dana kas kecil yang jumlahnya sesuai kebutuhan, tentu aktivitas perusahaan dapat berjalan lancar.
- Biaya makan minum
- Biaya perlengkapan
- Biaya keperluan kantor
- Serta biaya-biaya lainnya.
Karena fungsinya yang demikian penting, maka pada perusahaan yang berukuran menengah besar, dana kas kecil ini sudah merupakan kebutuhan yang mutlak harus ada. Dapat dibayangkan betapa tidak efesiennya apabila dana kas kecil ini tidak disediakan anggarannya oleh perusahan tersebut, karena pada saat akan melakukan pengeluaran uang harus menunggu pencairan cek terlebih dahulu. Tapi kalau perusahaan tersebut menyediakan anggaran bagi dana kas kecil, maka setiap melakukan pengeluaran yang kecil-kecil tidak harus menunggu pencairan cek terlebih dahulu tetapi bisa langsung pembayarannya mengunakan dana kas kecil tadi.
Jumlah dana kas kecil yang tersedia ditangan juga tidak boleh terlalu besar jumlahnya, karena akan menyebabkan sejumlah dana yang menganggur dan juga dapat menimbulkan resiko kehilangan. Dengan adanya dana kas kecil yang jumlahnya sesuai kebutuhan, tentu aktivitas perusahaan dapat berjalan lancar.
2. Prosedur Pengelolaan Dana Kas Kecil
a.
Pembentukan Dana Kas Kecil
Dana kas kecil
dibentuk (disediakan) berdasarkan surat
keputusan kepala bagian keuangan. Dalam perusahaan yang memiliki standar
prosedur operasional, semua jenis pengeluaran kas melibatkan Bagian Utang
sehingga unit organisasi (bagian) yang terlibat dalam prosedur pembentukan dana
kas kecil adalah Bagian Utang, Bagian Kasir, Bagian Jurnal dan Laporan, serta
Pemegang Dana Kas Kecil.
b.
Pengeluaran Dana Kas Kecil
Formulir yang
digunakan dalam pengeluaran dana kas kecil terdiri atas formulir surat
permintaan pengeluaran dana kas kecil dan bukti pengeluaran dana kas kecil.
Pihak yang terlibat dalam pengeluaran atau penggunaan dana kas kecil adalah
Pengguna (Pemakai) Dana Kas Kecil dan Pemegang Dana Kas Kecil.
c.
Pengisian Kembali Dana Kas Kecil
Pengisian kembali dana kas kecil
dilakukan apabila sisa dana kas kecil dipandang tidak akan cukup untuk memenuhi
permintaan bagian-bagian pemakai dana kas kecil. Formulir dan dokumen yang
diperlukan dalam pengisian kembali dana kas kecil terdiri atas formulir
permintaan pengisian kembali dana kas kecil, formulir bukti pengeluaran kas,
dan bukti pengeluaran kas kecil beserta dokumen pendukungnya. Pihak-pihak yang
terlibat dalam pengisian kembali dana kas kecil adalah Pemegang Dana Kas Kecil,
Bagian Utang, Bagian Kasir, serta Bagian Jurnal dan Laporan.
B. Mutasi Dana Kas Kecil
1.
Transaksi yang Mengakibatkan Terjadinya Mutasi Dana KAs Kecil
a.
Transaksi pembentukan dana kas
kecil sebesar sejumlah menurut keputusan kepala bagian keuangan.
b.
Transaksi pemakaian dana kas kecil
melalui bagian-bagian pemakai dana.
c.
Transaksi pengisian kembali dana
kas kecil.
2.
Dokumen/Bukti Pengelolaan Dana Kas Kecil
a.
Dokumen/Bukti Penerimaan Kas Kecil
Dokumen/bukti
penerimaan kas kecil adalah dokumen yang berkaitan dengan penerimaan kas kecil
dari kas besar sebagai penbentukan dana kas kecil.
|
UD MEKAR JAYA
Jl. Gajah Mada No. 36 Semarang
|
|
BUKTI PENERIMAAN KAS
Sudah terima dar i : Pemegang Kas Besar No.
BKkM: 025/BKM/XII/10
Uang sebanyak
: Rp. 3.000.000,00
Untuk pembayaran :
Pengisian Kas Kecil
Semarang, 02 Desember 2010
Yang menyerahkan, Penerima,
…………………. ……………
TERBILANG : Tiga
Juta Ribu Rupiah
|
b.
Dokumen/Bukti Pengeluaran Kas
Kecil
Dokumen/bukti pengeluaran kas kecil
adalah dokumen yang berkaitan dengan pengeluaran-pengeluaran kecil yang sering
terjadi dalam suatu perusahaan.
|
UD LESTARI JAYA
Jl. Majapahit No. 135 Semarang
|
|
BUKTI PENGELUARAN KAS
Dibayarkan kepada : PLN Cabang Majapahit No.
BKkK: 03/BKK/XII/10
Uang sebanyak
: Rp. 400.000,00
Untuk pembayaran :
Rekening Listrik Bulan Desember 2010
Semarang, 02 Desember 2010
Petugas Kas Kecil
………………….
TERBILANG : Empat
Ratus Ribu Rupiah
|
c.
Bukti Kas Keluar (BKK)
d.
Permintaan Pengeluaran Kas Kecil
(PPKK)
e.
Bukti Pengeluaran Kas Kecil (BPKK)
f.
Permintaan Pengisian Kembali Kas
Kecil (PPKKK)
3.
Metode Pencatatan Dana Kas Kecil
Dalam mengelola
dana kas kecil ada dua metode yang bisa digunakan yaitu Imprest Fund Method dan Fluctuation Method.
a. Imperest Fund System (Sistem Dana Tetap)
Dalam sistem
ini, kas kecil diupayakan memiliki dana yang tetap, kecuali perusahaan
menghendaki perubahan jumlah kas kecil, misalnya perusahaan merasakan kas kecil
tidak mencukupi kebutuhan yang diperlukan sehari-hari, maka perlu ada
penambahan jumlah kas kecil. Atau perusahaan menganggap kas kecil terlalu
besar, maka perlu dikurangi. Sehingga perusahaan perlu membuat kebijakan baru
yang berkaitan dengan jumlah kas kecil yang ada di perusahaan, yaitu dengan
melakukan penyesuaian untuk menambah atau mengurangi jumlah kas kecil.
b. Fluctuation Fund System (Sistem Dana Berubah)
Dalam metode
ini, jumlah kas kecil tidak harus tetap, tetapi dapat berubah sesuai dengan
kebutuhan perusahaan, misalnya pada waktu membuat suatu kebijakan pertama kali
perusahaan menetapkan jumlah kecil, kemudian digunakan sesuai dengan kebutuhan
perusahaan yang jumlahnya kecil dan kemudian diisi kembali. Jika dalam sistem
dana tetap, jumlah pengisiannya harus sebesar kas kecil yang telah digunakan
sehingga saldo akhirnya akan sama dengan pada waktu pertama kali kas kecil
dibuat, sedangkan dalam sistem dana berubah, jumlah pengisiannya tidak harus
sama dengan jumlah yang telah digunakan, tetapi boleh lebih atau kurang sesuai
dengan kebutuhan perusahaan.
Perbedaan cara pencatatan
fluctuation fund system dan imperest fund system:
- System Imperest
Sistem imperest pada saat
dibelanjakan tidak perlu dijurnal (no entry), artinya cukup membuat catatan
kecil yang tujuannya untuk menghitung jumlah kas kecil yang masih tersedia.
Akan tetapi membuat bukti pembayaran dan menyimpannya sebagi bukti. Sehingga
apabila suatu saat dana kas kecil diperiksa (petty cash opname), pemegang dana
kas kecil dapat mempertanggungjawabkan mengenai sisa yang ada ditambah jumlah
bukti pembayaran yang telah dilakukan jumlahnya harus sama dengan dana tetap
kas kecil.
- System Fluktuasi
Pada sistem fluktuasi harus dicatat
semua jenis pengeluaran yang berasal dari kas kecil.
Pada saat kas kecil diisi
kembali :
- System Imperest
Sistem imperest mengklasifikasikan
rekening yang sejenis sesuai dengan rekening buku besar. Pengisian kas kecil
harus sesuai dengan kebijakan perusahaan, yaitu batas minimum yang harus diisi,
sehingga jumlah kas kecil setelah diisi harus sama dengan kas kecil pada saat
terbentuk.
- System fluktuasi
Sistem fluktuasi tidak perlu
mencapai batas minimum dan jumlahnya tidak perlu tetap. Artinya perusahaan
boleh mengisi kapan dan jumlah sesuai dengan kebutuhan kas kecil.
Cara Penjurnalan :
Keterangan
Imperest fund system
Fluctuation fund system
Saat pengisian atau
Petty Cash
Petty Cash
pembentukan
Cash
Cash
Pemakaian kas kecil
No entry
Expense
Petty Cash
Pengurangan kas kecil
Cash
Cash
Petty Cash
Petty Cash
Penambahan kas kecil
Petty Cash
Petty Cash
Cash
Cash
Pengisian kembali kas kecil
Expense (*
Petty Cash
Cash
Cash
(* : Rekening yang sama dijumlahkan
Prosedur yang perlu dilakukan untuk melaksanakan dana kas kecil, antara
lain :
a. Prosedur Pembentukan Dana Kas Kecil
Tahap pertama dalam menetapkan dana kas kecil adalah mentaksir jumlah dana yang diperlukan untuk kas kecil tersebut. Setelah jumlah ini ditentukan kita misalkan sejumlah Rp. 150.000,-, maka akan ditarik selembar cek untuk sejumlah dana tersebut dan dibuat pencacatan untuk dana kas kecil. Ayat jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut:
Kas kecil Rp. 150.000,-
Kas/Bank Rp. 150.000,-
Pencacatan yang dilakukan pada sistem Imprest Fund dan pada sistem fluctuation adalah sama yaitu dengan mendebet kas kecil dan mengkredit perkiraan kas atau bank ( yang dimaksud kas di sini adalah kas besar ).
Tahap pertama dalam menetapkan dana kas kecil adalah mentaksir jumlah dana yang diperlukan untuk kas kecil tersebut. Setelah jumlah ini ditentukan kita misalkan sejumlah Rp. 150.000,-, maka akan ditarik selembar cek untuk sejumlah dana tersebut dan dibuat pencacatan untuk dana kas kecil. Ayat jurnal yang harus dibuat adalah sebagai berikut:
Kas kecil Rp. 150.000,-
Kas/Bank Rp. 150.000,-
Pencacatan yang dilakukan pada sistem Imprest Fund dan pada sistem fluctuation adalah sama yaitu dengan mendebet kas kecil dan mengkredit perkiraan kas atau bank ( yang dimaksud kas di sini adalah kas besar ).
b.
Prosedur Pengeluaran Dana Kas Kecil
Untuk pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan dengan dana kas kecil perlu dibuat bukti pengeluaran kas kecil ( petty cash record ). Dalam hal-hal tertentu tidaklah praktis untuk menggunakan cek/giro bilyet sebagai alat pembayaran seperti untuk pembelian perangko, pembayaran ongkos angkut dan berbagai macam pembayaran lainnya yang jumlahnya relatif kecil. Kwantitas transaksi ini relatif besar dan sifatnya segera. Untuk keperluan tersebut perusahaan mengalokasikan sejumlah kas dalam jumlah tertentu yang disediakan untuk keperluan-keperluan pembayaran yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan check/Giro bilyet, yang disebut Kas Kecil. Pembentukan kas kecil adalah menyisihkan sejumlah dana untuk keperluan khusus, dengan mentransfer / memindahbukukan sejumlah dana dari rekening kas yang ada di bank.
Salah satu bentuk pengontrolan pengeluaran yang dilakukan melalui kas kecil adalah system imprest. Beberapa ketentuan dalam system ini adalah:
• Kas kecil disediakan untuk keperluan pembayaran yang jumlahnya kecil dan tidak praktis bila dilakukan dengan check. Semua pengeluaran kas kecil dicatat pada buku kas kecil dan hanya diposting ke buku besar sekali saja pada saat pengisian kembali kas kecil.
• Dana yang ditentukan dalam kas kecil harus ditetapkan melelui keputusan manajemen dan tidak boleh melebihi ketentuan tersebut.
• Pengeluaran-pengeluaran kas kecil hanya dapat dilakukan setelah perintah pengeluaran kas telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.
• Pengisian kembali kas kecil dilakukan secara berkala (misalnya 1 x seminggu), untuk mengganti sejumlah kas yang telah digunakan melalui penarikan tunai dari bank. (tidak boleh dari penerimaan harian). Hal ini perlu dilakukan agar semua penerimaan kas harian selalu sama dengan jumlah yang disetorkan ke bank.
• Karena transaksi pengisian kas kecil adalah mengeluarkan kas untuk membayar transaksi yang telah dibayar melalui dana kas kecil, yang telah disediakan sebelumnya. maka transaksi kas kecil cukup dibukukan satu kali saja pada saat pengisian kembali kas kecil. Sedangkan keterangan lebih rinci mengenai penggunaan kas kecil dicatat pada buku kas kecil yang dicatat secara terpisah dengan buku besar.
*** (Transaksi pengeluaran kas untuk pengisian kas kecil adalah transaksi pengantian dana yang telah dikeluarkan dan dicatat pada pada transaksi pengeluaran kas)
Karakteristik Dasar dari Kas Kecil
1) Jumlahnya dibatasi tidak lebih atau tidak kurang dari suatu jumlah tertentu yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan. Tentunya masing-masing perusahaan menetapkan jumlah yang berbeda sesuai dengan sekala operasional perusahaan (biasanya antara Rp 500,000,- sampai dengan Rp 5,000,000,- )
2) Dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari.
3) Disimpan di tempat khusus, entah itu dengan kotak kecil, yang biasa disebut dengan petty cash box atau di dalam sebuah amplop.
4) Ditangani atau dipegang oleh petugas keuangan di tingkatan pemula (Junior Cashier).
Untuk pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan dengan dana kas kecil perlu dibuat bukti pengeluaran kas kecil ( petty cash record ). Dalam hal-hal tertentu tidaklah praktis untuk menggunakan cek/giro bilyet sebagai alat pembayaran seperti untuk pembelian perangko, pembayaran ongkos angkut dan berbagai macam pembayaran lainnya yang jumlahnya relatif kecil. Kwantitas transaksi ini relatif besar dan sifatnya segera. Untuk keperluan tersebut perusahaan mengalokasikan sejumlah kas dalam jumlah tertentu yang disediakan untuk keperluan-keperluan pembayaran yang tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan check/Giro bilyet, yang disebut Kas Kecil. Pembentukan kas kecil adalah menyisihkan sejumlah dana untuk keperluan khusus, dengan mentransfer / memindahbukukan sejumlah dana dari rekening kas yang ada di bank.
Salah satu bentuk pengontrolan pengeluaran yang dilakukan melalui kas kecil adalah system imprest. Beberapa ketentuan dalam system ini adalah:
• Kas kecil disediakan untuk keperluan pembayaran yang jumlahnya kecil dan tidak praktis bila dilakukan dengan check. Semua pengeluaran kas kecil dicatat pada buku kas kecil dan hanya diposting ke buku besar sekali saja pada saat pengisian kembali kas kecil.
• Dana yang ditentukan dalam kas kecil harus ditetapkan melelui keputusan manajemen dan tidak boleh melebihi ketentuan tersebut.
• Pengeluaran-pengeluaran kas kecil hanya dapat dilakukan setelah perintah pengeluaran kas telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.
• Pengisian kembali kas kecil dilakukan secara berkala (misalnya 1 x seminggu), untuk mengganti sejumlah kas yang telah digunakan melalui penarikan tunai dari bank. (tidak boleh dari penerimaan harian). Hal ini perlu dilakukan agar semua penerimaan kas harian selalu sama dengan jumlah yang disetorkan ke bank.
• Karena transaksi pengisian kas kecil adalah mengeluarkan kas untuk membayar transaksi yang telah dibayar melalui dana kas kecil, yang telah disediakan sebelumnya. maka transaksi kas kecil cukup dibukukan satu kali saja pada saat pengisian kembali kas kecil. Sedangkan keterangan lebih rinci mengenai penggunaan kas kecil dicatat pada buku kas kecil yang dicatat secara terpisah dengan buku besar.
*** (Transaksi pengeluaran kas untuk pengisian kas kecil adalah transaksi pengantian dana yang telah dikeluarkan dan dicatat pada pada transaksi pengeluaran kas)
Karakteristik Dasar dari Kas Kecil
1) Jumlahnya dibatasi tidak lebih atau tidak kurang dari suatu jumlah tertentu yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan. Tentunya masing-masing perusahaan menetapkan jumlah yang berbeda sesuai dengan sekala operasional perusahaan (biasanya antara Rp 500,000,- sampai dengan Rp 5,000,000,- )
2) Dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari.
3) Disimpan di tempat khusus, entah itu dengan kotak kecil, yang biasa disebut dengan petty cash box atau di dalam sebuah amplop.
4) Ditangani atau dipegang oleh petugas keuangan di tingkatan pemula (Junior Cashier).
Berikut adalah Petunjuk Bagaimana Melakukan Pengelolaan Kas Kecil
1. Penetapan Batas saldo maksimal dan minimal kas kecil
Di awal pembentukan akun kas kecil, manajemen hendaknya menetapkan nominal yang pasti mengenai saldo minimal dan saldo maksimal atas kas kecil. Seperti telah disampaikan di atas, nominl yang akan ditentukan disesuaikan dengan sekala operasional perusahaan.
1. Penetapan Batas saldo maksimal dan minimal kas kecil
Di awal pembentukan akun kas kecil, manajemen hendaknya menetapkan nominal yang pasti mengenai saldo minimal dan saldo maksimal atas kas kecil. Seperti telah disampaikan di atas, nominl yang akan ditentukan disesuaikan dengan sekala operasional perusahaan.
2. Petugas Pelaksana Kas Kecil (Kasir Kas
Kecil)
Minimal ada dua petugas pelaksana kas kecil. Mengingat fungsi dari kas kecil yang diperuntukkan untuk mendanai transaksi transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari, satu orang petugas saja tidaklah cukup. Ketika salah satu kasir kas kecil meninggalkan kantor, entah karena pergantian shift atau karena cuti, hendaknya masih ada petugas kas keci lain yang dapat menggantikannya.
3. Pengisian Kembali Kas Kecil
Begitu nilai batasan maksimal dan minimal kas kecil telah ditentukan, maka Financial Controller hendaknya memberikan perintah pengisian kepada Kasir Umum (General Cashier) dengan menarik kas dari bank.
Uang diserahkan kepada Kasir kas kecil. Setelah jumlah fisik dana kas kecil selesai dihitung hendaknya dilakukan serah terima resmi, dimana Kasir Kas Kecil menandatangani tanda terima atas dana Kas Kecil yang diserahkan sekaligus sebagai tanda serah terima tanggung jawab atas dana kas kecil tersebut.
Kasir Kas Kecil wajib mentaati ketentuan batas saldo maksimal dan minimal atas kas kecil. Jika suatu ketika saldo kas kecil mengalami perubahan yang signifikan, maka kasir kas kecil : Mengajukan permohonan pengsian kembali (dalam hal saldo diperkirakan akan melewati batas bawah) kepada Financial Controller, atau melaporkan dan menyerahkan kelebihan dana (dalam hal saldo diperkirakan akan melewati batas atas yang telah ditentukan).
Minimal ada dua petugas pelaksana kas kecil. Mengingat fungsi dari kas kecil yang diperuntukkan untuk mendanai transaksi transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari, satu orang petugas saja tidaklah cukup. Ketika salah satu kasir kas kecil meninggalkan kantor, entah karena pergantian shift atau karena cuti, hendaknya masih ada petugas kas keci lain yang dapat menggantikannya.
3. Pengisian Kembali Kas Kecil
Begitu nilai batasan maksimal dan minimal kas kecil telah ditentukan, maka Financial Controller hendaknya memberikan perintah pengisian kepada Kasir Umum (General Cashier) dengan menarik kas dari bank.
Uang diserahkan kepada Kasir kas kecil. Setelah jumlah fisik dana kas kecil selesai dihitung hendaknya dilakukan serah terima resmi, dimana Kasir Kas Kecil menandatangani tanda terima atas dana Kas Kecil yang diserahkan sekaligus sebagai tanda serah terima tanggung jawab atas dana kas kecil tersebut.
Kasir Kas Kecil wajib mentaati ketentuan batas saldo maksimal dan minimal atas kas kecil. Jika suatu ketika saldo kas kecil mengalami perubahan yang signifikan, maka kasir kas kecil : Mengajukan permohonan pengsian kembali (dalam hal saldo diperkirakan akan melewati batas bawah) kepada Financial Controller, atau melaporkan dan menyerahkan kelebihan dana (dalam hal saldo diperkirakan akan melewati batas atas yang telah ditentukan).
4.
Penggunaan Kas Kecil
Bagian yang membutuhkan, seharusnya mengajukan permohonan kas
kecil sebelum melakukan pembelian, dan Kasir Kas kecil hanya boleh mengeluarkan
(melakukan pembayaran) Kas Kecil, hanya untuk permohonan pembayaran atau
pembelian yang telah mendapat persetujuan dari Financial Controller atau Manajer
Keuangan.
5. Penghitungan Fisik dan Rekonsiliasi Kas Kecil
Pencatatan dan pelaporan kas kecil hendaklah bersifat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, untuk itu setiap pembukaan diawal jam kerja dan penutupan di akhir jam kerja operasional perusahaan, hendaknya selalu dilakukan penghitungan fisik. Untuk kemudian di cocokankan dengan catatan kas kecil atau lebih dieknal dengan rekonsiliasi kas kecil.
Jika ditemukan perbedaan antara fisik dan akas kecil dengan catatan yang ada, maka perbedaan tersebut hendaknya dilaporkan kepada Financial Controller, jika sudah di approve, maka mintalah bookkeeper melakukan adjustment atas perbedaan tersebut.
5. Penghitungan Fisik dan Rekonsiliasi Kas Kecil
Pencatatan dan pelaporan kas kecil hendaklah bersifat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, untuk itu setiap pembukaan diawal jam kerja dan penutupan di akhir jam kerja operasional perusahaan, hendaknya selalu dilakukan penghitungan fisik. Untuk kemudian di cocokankan dengan catatan kas kecil atau lebih dieknal dengan rekonsiliasi kas kecil.
Jika ditemukan perbedaan antara fisik dan akas kecil dengan catatan yang ada, maka perbedaan tersebut hendaknya dilaporkan kepada Financial Controller, jika sudah di approve, maka mintalah bookkeeper melakukan adjustment atas perbedaan tersebut.
C.
Laporan Mutasi Dana Kas
Kecil
Laporan mutasi
dana kas kecil merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban penggunaan dana kas
kecil selama periode tertentu. Laporan mutasi dana kas kecil memuat informasi
saldo awal kas kecil, penggunaan/pengeluaran kas kecil yang disertai bukti
penggunaannya, selisih kas kecil pada periode tertentu, serta pengisian kembali
kas kecil.
|
Laporan Mutasi Kas Kecil
Bulan April 2010
1) Saldo awal
pembentukan kas kecil, 1 April 2010
Rp 6.000.000,00
2) Pengisian
kembali dana kas kecil bulan April 2010
·
Jumlah kas tersedia selama bulan
April 2010 Rp
10.400.000,00
3) Pengeluaran
dana kas kecil bulan April 2010
Bukti pengeluaran kas kecil :
·
BPKK No. 2785 Rp 2.750.000,00
·
BPKK No. 2786 Rp 1.050.000,00
·
BPKK No. 2787 Rp 600.000,00
·
BPKK No. 2788 Rp 3.500.000,00
·
Rp 8.700.000,00
Permintaan pengeluaran kas kecil
·
4)
Sisa dana kas kecil tanggal 30 April 2010
Rp 810.000,00
|